Pasca Banjir di Bancar, Bungkal, Warga Khawatir Banjir Susulan Akibat Rumpun Bambu yang Menutup Sungai Munggu

Pasca Banjir di Bancar, Bungkal, Warga Khawatir Banjir Susulan Akibat Rumpun Bambu yang Menutup Sungai Munggu


PONOROGO, Media Jatim News – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Dukuh Bancar, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, meninggalkan kekhawatiran bagi warga setempat. 

Pasalnya, lima rumpun bambu yang roboh akibat arus deras kini menutup aliran Sungai Munggu, berpotensi menyebabkan banjir susulan jika hujan kembali turun.

Salah satu warga Desa Bancar, Mohammad Nur, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ini.

“Jika rumpun bambu tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan saat debit sungai bertambah, semakin banyak persawahan yang akan tergenang,” ujarnya pada Sabtu (29/3/2025). 

Menurutnya, untuk menyingkirkan lima rumpun bambu tersebut diperlukan bantuan alat berat.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa bencana banjir dan tanah longsor terjadi pada Jumat (28/3) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Kejadian ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama, menyebabkan debit Sungai Munggu meningkat drastis.

“Dari pukul 13.00 WIB hingga 23.00 WIB, hujan deras mengguyur wilayah Ponorogo Selatan, khususnya Kecamatan Bungkal. Akibatnya, tanah di sekitar sungai tergerus arus deras dan menyebabkan lima rumpun bambu roboh, menghalangi aliran sungai,” terang Masun.

Selain tanah longsor dan robohnya rumpun bambu, kondisi semakin parah dengan jebolnya tanggul Sungai Munggu di area persawahan Dukuh Bancar sepanjang 100 meter. 

Sementara Sekretaris Desa Bancar, Nurkolis, melaporkan bahwa akibat kejadian ini, sebanyak 40,39 hektar tanaman padi yang siap panen tergenang air, terancam gagal panen.

“Kami sangat berharap ada bantuan alat berat untuk segera membersihkan lima rumpun bambu yang menghambat aliran sungai. Jika dibiarkan, genangan air akan semakin meluas dan mengancam mata pencaharian warga,” tutup Nurkolis.

Selain peran pemerintah dalam penanganan darurat, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran akan pengelolaan lingkungan agar risiko bencana dapat diminimalisir di masa mendatang. (nur).

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :